Sejak hengkang dari Barcelona, tak sekalipun Pep Guardiola berhasil mengangkat trofi Liga Champions. Kutukan itu ternyata masih berlaku saat Manchester City bertanding melawan Chelsea di babak final Liga Champions 2020-2021. Manchester City ditaklukkan oleh Chelsea dengan skor 0-1.

Kekalahan Manchester City cukup mengejutkan mengingat sebelum laga anak asuh Guardiola lebih diunggulkan. Namun pada kenyataannya, Manchester City hanya mampu mencatatkan satu kali tembakan ke gawang Chelsea di sepanjang pertandingan. Justru Chelsea yang lebih efektif memaksimalkan peluang yang ada.
Penyebab kekalahan Manchester City dari Chelsea di babak final Liga Champions adalah taktik Pep Guardiola yang kerap berubah-ubah. Satu hal yang jadi sorotan tajam adalah keputusan Pep Guardiola menempatkan Ilkay Guendogan sebagai gelandang pengangkut air.

Pep Guardiola tidak memainkan dua gelandang jangkar secara bersamaan untuk menghadang agresivitas N’golo Kante yang tampil sebagai pembeda. Keputusan memainkan Ilkay Guendogan sebagai gelandang bertahan adalah keputusan yang salah. Akibatnya Manchester City sangat kesulitan mengembangkan permainan.
Ketika dikritik soal taktik dan strateginya, Pep Guardiola membela diri. Menurutnya, keputusannya memainkan Ilkay Guendogan di posisi gelandang jangkar sudah tepat. Hanya saja tim asuhannya memang belum beruntung. Tak lupa Guardiola juga mengucapkan selamat buat Chelsea.